Munib.

WarisanSalaf.Com:
🍃Pelajaran TAUHID:
Kajian Kitab Tsalatsatul Ushul (Bagian 5⃣3⃣)
———————————————
🌴 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab –Rohimahullah- menjelaskan:

وَدَلِيلُ الإِنَابَةِ قَوْلُهُ تَعَالَى: {وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ} [سورة الزمر، الآية: 54]

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya.” [ Az-Zumar : 54 ]
〰〰〰
💢 PENJELASAN:
PENGERTIAN INABAH

Inabah artinya kembali kepada Allah Ta’ala dengan bertaubat. [ Lihat Lisanul Arob (1/775), An-Nihayah (5/123) ]

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah menjelaskan, Bahwa yang namanya Inabah adalah kembali kepada Allah Ta’ala dengan melakukan ketaatan kepada-Nya serta menjauhi kemaksiatan kepada Allah Ta’ala.

Yang jelas, Inabah sangat dekat maknanya dengan taubat.
[ Lihat Syarah Tsalatsatil Ushul hal. 61 ]

Macam-macamnya, ada dua;
1- Inabah kepada Rububiyyah Allah.
Yang seperti ini adalah bentuk ibadah seluruh makhluk Allah. Tatkala mereka ditimpa kerugian (musibah dan semisalnya, pen.).

2- Inabah kepada Uluhiyyah Allah.
Yang seperti adalah inabah yang dilakukan oleh wali-wali Nya. Padanya terkandung empat hal;
– Kecintaan kepada Allah,
– Tunduk kepada-Nya,
– Senantiasa siap menghadap Allah,
– Berpaling dari selain-Nya.

Seorang hamba tidak dikatakan sebagai “Munib” kecuali jika keempat hal itu ada padanya.

( Munib adalah orang yang telah berhasil melakukan inabah, pen.)

Walhasil, inabah diperintahkan di dalam ayat yang tadi kita baca bersama.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita semua untuk menjadi hamba-hamba Nya yang berinabah. Aamiin.

Wallahu a’lamu bisshowab
…………………….
🌍 Simak terus pelajaran Tsalatsatul Ushul (ثلاثة الأصول) setiap hari senin dan kamis, Insya Allah
📝 Dirangkum oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta’ala.
…………………….

#ushultsalatsah
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com